Jalan-Jalan ke Jepang Ep.12 – Errr…. Toko Esek-Esek di Kyoto

Jalan-Jalan ke Jepang Ep.12 – Errr…. Toko Esek-Esek di Kyoto

0

* ingin membaca episode lainnya? Lihat seri Jalan-Jalan ke Jepang

Saya ada sedikit pengakuan selama saya di Kyoto, jadi gini….. saya secara (gak) sengaja masuk ke toko esek-esek atau sex shop di Kyoto. Kalo ada yang pernah baca-baca tentang budaya Jepang mungkin sudah tahu jika sex shop di Jepang itu bukanlah hal yang tabu tidak seperti di Indonesia.

Nah, sebelum saya dianggap otak mesum XD, saya jelaskan dulu kronologisnya. Jadi selama beberapa malam saya nginep di sebuah hostel di Kyoto, tiap saya berlalu lalang dari hostel saya selalu melewati sebuah gedung tinggi yang nampaknya dari luar itu semacam toko buku ala Gramedia gitu.

Sex Shop di JepangTidak terlihat seperti toko esek-esek kan?

Berkali-kali saya lewati gedung itu, akhirnya iseng lah saya memasukinya. Perlu dicatat, gedung ini bener-bener dari luar gak ada tampang sex shop. Mungkin di poster informasi di bagian depan gedung ini dibertahukan kalo ini sex shop namun karena saya gak ngerti bahasa Jepang ya saya maen ngeloyor aja.

Saya awalnya mengira akan menemukan banyak komik manga Jepang di dalamnya. Memang tidak salah sih, ada banyak manga Jepang yang disediakan ketika saya berada di lantai dasar. Namun itu semua berubah ketika saya naik ke lantai 2.

Eng ing eng…… dari lantai 2 ini sampai lantai atas atmosfernya berubah drastis. Saya langsung disodorkan berbagai macam hal seputar esek-esek mulai dari DVD, “mainan”, majalah, dan lain-lain dari berbagai penjuru. Tadinya saya mau langsung ngibrit ke luar, tapi karena sudah terlanjur ya saya lanjut aja hitung-hitung “mendalami” kultur Jepang soal ini XD

Toko yang saya datangi ini kalo gak salah terdiri dari 5 lantai. Lantai dasarnya untuk manga dan majalah Jepang dan lantai 2 hingga lantai 5 penuh untuk urusan esek-esek. Tiap lantainya fokus esek-eseknya berbeda beda. Ada lantai yang khusus untuk mainan esek esek, ada lantai untuk film-film xxx, dan ada juga lantai “khusus wanita”.

Untuk menarik keingintahuan pengunjung, di berbagai sudut gedung ini ditempatkan layar-layar TV yang menampilkan iklan dari produk esek-eseknya. Gak tanggung tanggung, mereka menampilkan potongan film esek-esek dengan “suara khas” Jepang XD dan volume yang besar. Ada juga iklan mainan esek-esek yang model iklannya mirip dengan model iklan barang barang unik yang sering ditampilkan di TV di Indonesia ketika siang hari.

Selama saya mengitari gedung ini, para pengunjungnya tampak normal tidak seperti tampang mesum XD Ada orang kantoran yang masih pake jas, ada anak laki-laki muda, ada perempuan Jepang dengan rok khasnya, ada juga memang yang tampangnya mirip otaku kelas berat. Kesemua orang tersebut jalan-jalan di gedung dengan santai, tidak seperti takut-takutan bakal disergap FPI.

Berhubung saya tidak boleh foto-foto di dalam gedung (kalau pun saya bisa foto foto gila aja kalo saya bagikan di sini, bisa diblokir nanti XD) jadi saya hanya punya foto bagian depan gedungnya saja.

Nah, jadi yang ke Jepang terutama kalo ke sananya dengan keluarga bawa anak kecil, hati-hati jangan sembarang masuk ke toko-toko walupun dari depannya tampak alim.

* artikel ini adalah bagian dari seri Jalan-Jalan ke Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.