Jalan-Jalan ke Jepang Ep.7 – Kyoto, Kota Terindah yang Pernah Saya Kunjungi

Jalan-Jalan ke Jepang Ep.7 – Kyoto, Kota Terindah yang Pernah Saya Kunjungi

0

* ingin membaca episode lainnya? Lihat seri Jalan-Jalan ke Jepang

Selama 12 hari saya di Jepang, tentu tidak setiap hari saya habiskan di kota Tokyo. Saya menyempatkan diri ke kota Kyoto yang terkenal dengan geisha dan kuil-kuilnya. Di luar ekspektasi saya, saya jatuh cinta dengan kota ini karena saking indahnya.

Awalnya ketika saya sampai di area stasiun Kyoto setelah perjalanan bis semalaman, saya agak kecewa melihat areanya lebih mirip pinggiran kota Tokyo. Namun untungnya ini hanya di area sekitar stasiun Kyoto saja. Setelah saya berjalan menuju daerah hostel saya yang dekat pasar Nishiki yang terkenal itu, barulah Kyoto menampilkan keindahannya.

Saya pun buru-buru langsung ke hostel untuk numpang mandi dan menitip barang karena kebetulan saya datang agak kepagian. Gak pake lama, saya langsung menjajal pasar Nishiki terlebih dahulu. Ternyata sesampainya di sana pasarnya bersih sekali, jauh dengan bayangan saya tentang pasar yang becek dan kotor. Makanan-makanan yang dijual pun sepertinya murah-murah. Saya sendiri akhirnya jadi beli satu pak telor untuk pendamping mie instan saya di hostel :D

Nishiki MarketBagian depan pasar Nishiki, bersih kan?

Puas ngiler melihat makanan-makanan yang dijajakan di pasar Nishiki, saya lanjut ke distrik Gion tidak jauh dari pasar Nishiki. Distrik ini sangat terkenal karena di sinilah para geisha masih ada. Sesampainya di sana, saya lansung terasa terbawa ke Jepang di masa dulu kala. Bangunan-bangunan klasik berjejeran dengan lentera-lentera merah ditambah lagi dengan banyaknya turis yang menggunakan pakaian tradisional Jepang, yukata.

Oh ya, jika mengunjungi Kyoto, banyak sekali tersedia tempat penyewaan yukata yang dapat digunakan sembari jalan-jalan di Kyoto. Banyak sekali saya lihat sepasang kekasih saling menggunakan yukata berjalan-jalan di Kyoto. Namun siap-siap harganya relatif tidak murah untuk standar dompet Indonesia.

Distrik Gion sebetulnya tidak terlalu besar namun sangat menarik. Ada dua jalan yang terkenal di distrik Gion yaitu jalan Hanamikoji Dori dan jalan Shirakawa-minami Dori. Untuk pertama-tama, saya mengunjungi jalan Hamanikoji Dori terlebih dahulu.

Di jalan ini banyak restoran berjejeran yang kabarnya di beberapa tempat kita bisa makan sambil didampingi oleh para geisha. Namun harga makanan di restoran di distrik Gion bisa sangat mahal, semurah-murahnya makanan harganya bisa sekitar 1.000 yen atau seratus ribu rupiah.

Walaupun distrik Gion terkenal dengan geisha-nya, jangan berharap untuk langsung ketemu geisha di distrik Gion. Geisha jarang tampil di tempat umum, kalaupun mereka ada mereka akan langsung buru-buru menuju tempat kerja mereka. Saya sendiri kebetulan beruntung bertemu dengan seorang geisha yang sedang jalan buru-buru, mungkin karena takut dikerubungi turis seperti saya XD

Gion District - 1Jalan Hanamikoji Dori di distrik Gion

Gion District - 2
Lebih banyak lagi bangunan eksotis di distrik Gion

Puas berkelana di distrik Gion, saya menyambangi distrik Higashiyama yang bersampingan dengan distrik Gion. Distrik Higashiyama tidak kalah menarik dengan distrik Gion. Ada banyak sekali kuil-kuil di sini, bangunan-bangunannya pun masih tradisional dan banyak penjual-penjual suvenir serta makanan bertebaran.

Kuil-kuil dan taman-taman di distrik ini ntah kenapa memberikan ketenangan tersendiri bagi saya. Saya sempat hanya duduk-duduk hingga satu jam di salah satu taman dalam kuil menikmati indahnya taman ala Jepang dengan suara-suara latar khas ala kuil. Pikiran langsung plong dan rasanya ingin berdiam diri saja seharian.

Tempat Jajan di Kuil YasakaTempat jajanan dan oleh-oleh di kuil Yasaka

Taman MaruyamaTaman Maruyama, tamannya luas dan dikelilingi oleh bukit-bukit

Jalan Masuk ke Kuil Chorakuji
Jalan masuk ke kuil Chorakuji, jalannya yang dari batu dan jejeran lampion membuatnya menjadi sangat menarik

Bangunan di Distrik Higashiyama
Bangunan-bangunan klasik di distrik Higashiyama

Jalan-jalan saya di distrik Higashiyama saya akhiri dengan mengunjungi kuil Kiyomizu-dera. Awalnya saya sangat tertarik untuk mengunjungi kuil ini karena dulunya di komputer saya pernah menggunakan wallpaper kuil ini yang sangat menawan. Namun, aslinya ternyata agak melenceng dari yang saya bayangkan.

Kuil ini ketika saya datangi ternyata sedang dalam masa renovasi sehingga beberapa bagian dari kuil tidak dapat dinikmati. Untuk masuk pun harus bayar seharga 300 yen. Kuil ini juga ternyata sangat ramai dengan turis. Dasar sayanya yang kurang suka jika ada tempat wisata kepenuhan, saya pun tidak begitu nyaman berjalan-jalan di kuil ini. Ditambah lagi, saya datangnya ternyata terlalu sore karena kuil ini sudah harus tutup pada jam 6 sore.

Kiyomizu-dera
Kuil Kiyomizu-dera [sumber]

Kuil Kiyomizu-dera memang tidak semenarik yang saya bayangkan, mungkin karena sayanya juga datang di waktu yang kurang tepat. Namun, untungnya area jajanan di sekitar Kiyomizu-dera malah lebih menarik menurut saya. Banyak sekali tempat jajan dan oleh-oleh dalam bangunan klasik. Areanya pun cukup luas untuk tempat jajanan.

Pusat Oleh-Oleh dan Jajanan di Kiyomizu-dera
Pusat oleh-oleh dan jajanan dekat kuil Kiyomizu-dera

Nah, bagi yang ingin ke Kyoto dari Tokyo sebetulnya membutuhkan dana yang lumayan untuk transportasinya. Saya sendiri menggunakan bis malam Willer Express untuk pulang pergi Tokyo <> Kyoto seharga sekitar 1,1 juta rupiah. Selain menggunakan bis, opsi lainnya adalah dengan menggunakan kereta cepat dan pesawat yang tentu harganya lebih mahal dibanding menggunakan bis.

* artikel ini adalah bagian dari seri Jalan-Jalan ke Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.